SMP NEGERI 10 SAMARINDA SEKOLAH BERBASIS LINGKUNGAN .

Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

KEBERSIHAN SEBAGIAN DARI IMAN

SMPN 10 Peringati Hari Ozon

Siswa Menanam Rempah-rempah di Sekolah

SMPN 10 memang tak pernah sepi dari kegiatan lingkungan. Ide dan kreativitas terus mengalir di sekolah yang berpredikat Adiwiyata ini.
Rabu (22/9), kemarin, SMPN 10 memperingati Hari Ozon dengan berbagai kegiatam. Mulai dari pameran apotik hidup hingga penanaman rempah-rempah di sekitar sekolah.
"Program ini telah disosialisasikan pada siswa sejak sebelum Ramadan. Siswa membawa rempah-rempah dari rumah untuk ditaman di sekolah. Seperti kunyit, laos dan lain-lainnya," kata Erminawati, Kepala SMPN 10, disela-sela kegiatan kemarin.
Menurut Ermin, kegiatan ini bukan sekedar kegiatan rutin namun juga memberikan pembelajaran pada siswa tentang manfaat rempah-rempah tersebut.
"Mungkin siswa ada yang tidak tahu, yang namanya jahe dan kunyit. Nah, selain mengenalkan pada mereka kita juga memberikan manfaat dari rempah-rempah ini. Misalnya, jahe jika diolah bisa menjadi obat batuk dan lain-lainnya," kata Ermin.
Kegiatan ini dihadiri Badan Lingkungan Hidup Provinsi (BLH), Camat Sungai Kunjang, orangtua siswa dan dosen Politeknik.
SMPN 10 sedang memantangkan diri untuk menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri. Itu baik dengan pembenahan fisik maupun non fisik berupa pembangunan pola pikir siswa berwawasan lingkungan.
Sebagai persiapan menuju visi tersebut, peraih Sekolah Adiwiyata selama tiga tahun berturut-turut ini menggelar pameran apotik hidup.
"Ini kita maksudkan untuk bisa memberikan pemahaman bagi siswa kita tentang pengetahuan lingkungan serta kegunaan tanaman apotik. Jadi pemikirannya juga kita matangkan untuk menuju adiwiyata mandiri itu," tambahnya. (ici) Selengkapnya...

SMPN 10 Raih Adiwiyata Madya Nasional


Penghargaan bergengsi di bidang lingkungan kembali diraih SMPN 10 Samarinda. Untuk ketiga kalinya, SMPN 10 menyabet penghargaan Adiwiyata Madya Nasional. Tropi penghargaan Adiwiyata nanti akan diserahkan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Kepala Sekolah SMPN 10 Samarinda, Erminawati dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup di Istana Negara, Selasa (8/6).

“Saya bersyukur atas prestasi yang diperoleh sekolah kami. Ini tak luput dari peran aktif seluruh warga sekolah dalam mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan selama ini,” kata Erminawati, Jumat (4/6). Namun, dia berharap prestasi ini tidak lantas membuat warga sekolah cepat berpuas diri.

Ke depan sekolah masih memiliki pekerjaan berat untuk menuju tahapan Adiwiyata Mandiri, tingkatan tertinggi dalam kategori Adiwiyata. Ada 4 kategori tahapan dalam Adiwiyata ini, yakni Calon Adiwiyata, Adiwiyata Pratama, Adiwiyata Madya dan Adiwiyata Mandiri. Atas prestasi meraih Adiwiyata Madya ini, SMPN 10 berhak mendapatkan tropi perak.

Ke depan, lanjut Ermin, dia berharap warga sekolah semakin paham soal Adiwiyata. Sehingga mereka makin peduli untuk menjaga dan menyelamatkan lingkungan sekolah. “Tak hanya eksis di sekolah, kami berharap warga sekolah juga menjaga lingkungan di luar sekolah,” tambahnya. Sehingga perilaku ini bisa ditularkan kepada warga lainnya. Menurutnya, tindakan menyelamatkan lingkungan menjadi bagian dari ibadah.

Lantas, apa saja yang dipersiapkan untuk menuju Adiwiyata Mandiri? Poin pentingnya, kata Ermin, menyangkut bangunan fisik, terutama penyempurnaan taman dan paving block. “Beberapa persen kami masih bergerak sendiri untuk melengkapi dan menyempurnakan fasilitas sekolah di sana-sini. Kami sangat berharap pemerintah daerah bisa menyisihkan sedikit anggarannya untuk pemenuhan fasilitas tadi,” ucapnya.

Selain itu, dia berencana mendatangkan beberapa pejabat dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pusat dan ahli lingkungan untuk memberikan pembekalan dan pemahaman seputar lingkungan serta upaya penyelamatannya kepada para guru. “Kami justru mau memanfaatkan hari libur pertengahan Juni ini, untuk mengajak rekan-rekan guru mengikuti pembekalan soal lingkungan itu,” kata Ermin.

(sumber:tribunkaltim.co.id)
Selengkapnya...

11 Klinik SMPN 10 Diajukan ke MURI


SAMARINDA, - SMPN 10 Samarinda meresmikan dua klinik baru, yakni Klinik Olahraga dan Pusat Informasi Konseler (PIK), Rabu (11/11). Klinik baru ini melengkapi 9 klinik sebelumnya yang sudah ada di sekolah peraih Adiwiyata Nasional ini. Klinik ini diresmikan langsung Asisten III Setkot Samarinda Diwansyah.

Sekedar diketahui, kehadiran klinik di sini bukan dalam artian klinik yang sesungguhnya tapi memiliki fungsi yang sama, yakni mengobati penyakit. "Klinik ini dibangun untuk mengobati penyakit siswa yang terkait langsung dengan kesulitan dalam hal pelajaran tertentu," ujar Erminawati, Kepsek SMPN 10 Samarinda kemarin.

Saat ini SMPN 10 telah memiliki 11 klinik, yakni Klinik Kesehatan, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Indonesia, Muatan Lokal (Mulok), IPA, IPS, PPKN, Kesenian, Olahraga dan PIK. Tak heran, jika Ermi mengajukan ini dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Sebetulnya, dia juga mengundang perwakilan MURI untuk menghadiri peresmian dua klinik baru tersebut.

"Tapi, mereka (MURI) berhalangan hadir hari ini," kata Ermin. Namun, ketidakhadiran pihak MURI kemarin tidak lantas mengurangi semangat seluruh warga sekolah untuk terus berbenah. Apalagi, sekolah ini kembali melakukan persiapan untuk menghadapi penilaian Adiwiyata Madya, Januari 2010 mendatang. Sebelumnya, SMPN 10 meraih penghargaan Adiwiyata Pratama, Juni 2009 lalu.

"Kami terus mencoba berkomunikasi dengan pihak MURI," tambahnya. Ke depan, dia juga akan menambah klinik lagi, yakni klinik matematika, BK (Bimbingan Konseling) dan Bahasa Arab. Untuk klinik Bahasa Arab, kata Ermin, Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy bersedia membantu dari anggarannya.

Diwansyah menyambut baik kehadiran dua klinik baru di SMPN 10. "Klinik baru ini makin menunjang proses belajar-mengajar di sekolah ini," kata Diwansyah didampingi Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan kota Samarinda, Yanu Achmadi. Ia berharap inovasi ini bisa ditularkan ke sekolah lain di Samarinda.

Ia mengenal SMPN 10 sebagai sekolah yang berorientasi lingkungan. Ia mengatakan lingkungan sekolah yang tertata apik, bersih dan nyaman dapat mendorong para pelajar makin bersemangat dalam menerima pelajaran. "Sehingga sekolah bisa melahirkan para lulusan terbaik," ucap Diwansyah. Acara peresmian klinik kemarin digelar sekaligus memeringati HUT SMPN 10 ke-25 dan Hari Cinta Puspa dan Satwa yang jatuh 5 November 2009 kemarin. (top)
Selengkapnya...